Pencarian dgn Google

Welcome

Selamat datang di blog mbah latif......

Assalamu'alaikum wr.wb....SALAM EKSPERIMEN !!!!

Syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat-Nya. Shalawat dan salam senantiasa kita sanjungan ke hadirat Sayyidina Muhammad SAW....semoga kita mendapat syafaatnya. Amin yan Rabbal 'Alamin.

Blog ini saya dedikasikan buat temen2 eksperimentalis dengan harapan semoga bermanfaat bagi saya khususnya dan temen2 sekalian. Semoga kita masih dikaruniai waktu buat eksperimen atas segala hal yang kita suka dalam segala bidang terutama teknologi yang bermanfaat bagi kita....MOGA MUNCUL IDE DAN GAGASAN KITA YANG BARU ... .

Sesungguhnya tiada hasil eksperimen yang sempurna kecuali harus dikritik, di-review, dimodifikasi, dievaluasi. diulangi dan diulangi lagi terus....

Adapun konten blog ini tidak semuanya murni dari gagasanku sendiri, tetapi bisa jadi dari berasal dari ide para pakar dan temen2 sekalian yg terdapat dari berbagai sumber di internet....karena itu mohon maaf sebesar2nya jika saya lupa mencantumkan sumbernya....semata2 bukan kesengajaan...

Kritik, saran, komentar sangat saya harapkan...

Terimakasih...
Wassalam




Kamis, 12 November 2009

Mikrotik: Setting Mikrotik Sebagai PPPoE-Server


artikel kopi paster dari http://ferryardhana.co.cc/index.php?pg=detail&id=10

Satu lagi sedikit pengalaman saya setting mikrotik, yakni ketika diminta untuk setting mikrotik sebagai PPPoE Server, Kegiatan ini juga terjadi ketika saya masih praktek di salah satu industri penyadia layanan internet ( ISP ).
Berikut adalah diagram alur dari proses setting PPPoE Server.


Dan berikut adalah gambar dari topologinya, topologi ini adalah gabungan dari topologi yang sebelumnya, hanya saya tambahkan network yang menggunakan pppoe.


Untuk sekedar tambahan, untuk mikrotik v2.9.27 dan v3.3 ( saya sebutkan dua versi tersebut karena mikrotik dengan versi tersebut yang pernah saya setting menjadi PPPoE Server ), terdapat sedikit perbedaan masalah lokasi direktori pppoe-server. Jika v2.9.27 terletak di /interface/pppoe-server/server, maka v3.3 berada di /ppp/pppoe-server ( Insyaallah saya tidak salah ).
Kita langsung saja setting mikrotiknya, langkah-langkah yang akan kita lakukan berdasarkan diagram diatas.

  1. Kita siapkan ether3 untuk menjadi gateway network 10.10.10.0/24.
    [ferryardhana@mikrotik-ferryardhana] > ip address add address=10.10.10.1/24 interface=ether3
    [ferryardhana@mikrotik-ferryardhana] > ip address print
    Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
    # ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
    0 192.168.2.2/24 192.168.2.0 192.168.2.255 ether1
    1 10.0.0.1/24 10.0.0.0 10.0.0.255 ether2
    2 10.10.10.1/24 10.10.10.0 10.10.10.255 ether3
    [ferryardhana@mikrotik-ferryardhana] >

  2. Selanjutnya buat ip pool baru yang akan di sebarkan pada client, karena dalam memberikan ip address pppoe bersifat dynamic.
    [ferryardhana@mikrotik-ferryardhana] > ip pool add name=pppoe-pool ranges=10.10. 10.20-10.10.10.25
    [ferryardhana@mikrotik-ferryardhana] > ip pool print
    # NAME RANGES
    0 dhcp-pool 10.0.0.50-10.0.0.55
    1 pppoe-pool 10.10.10.20-10.10.10.25
    [ferryardhana@mikrotik-ferryardhana] >
    Kita tidak perlu memperhatikan 'dhcp-pool' karena pool ini digunakan untuk dhcp pada ether2 seperti artikel sebelumnya

  3. Create profile untuk pppoe-server dan secret kita nantinya.
    [ferryardhana@mikrotik-ferryardhana] > ppp profile add name=ferryardhana local-address=10.10.10.1 remote-address=pppoe-pool
    [ferryardhana@mikrotik-ferryardhana] > ppp profile print
    Flags: * - default
    0 * name="default" use-compression=default use-vj-compression=default use-encryption=default only-one=default change-tcp-mss=yes
    1 name="ferryardhana" local-address=10.10.10.1 remote-address=pppoe-pool use-compression=default use-vj-compression=default use-encryption=default only-one=default change-tcp-mss=default
    2 * name="default-encryption" use-compression=default use-vj-compression=default use-encryption=yes only-one=default change-tcp-mss=yes
    [ferryardhana@mikrotik-ferryardhana] >
    Kita isi local-address dengan ip ether yang meberikan pppoe, remote-address adalah ip yang akan disebar ( ip pool yang tadi sudah kita siakan ). Kita juga bisa menggunakan profile yang sudah secara default tersedia.

  4. Selanjutnya tambahkan username dan password agar bisa mendapatkan layanan pppoe, data username dan password ini disimpan di secret.
    [ferryardhana@mikrotik-ferryardhana] > ppp secret add name=ferryardhana password=inflamare service=pppoe profile=ferryardhana
    [ferryardhana@mikrotik-ferryardhana] > ppp secret print
    Flags: X - disabled
    # NAME SERVICE CALLER-ID PASSWORD PROFILE REMOTE-A...
    0 ferryard... pppoe inflamare ferryardhana
    [ferryardhana@mikrotik-ferryardhana] >
    Opsi 'CALLER-ID' diisi MAC-Address dari interface client. Opsi ini diisi jika diinginkan 1 secret / username hanya bisa digunakan 1 device ( client / laptop ).

  5. Langkah terakhir yaitu add pppoe server-nya. Pada step inilah yang terdapat sedikit perbedaan masalah letak direktori seperti yang diberitahukan di atas, sedangakan untuk opsi dan valuenya tidak ada perbedaan.
    [ferryardhana@mikrotik-ferryardhana] > interface pppoe-server server add interface=pppoe default-profile=ferryardhana one-session-per-host=yes
    [ferryardhana@mikrotik-ferryardhana] > interface pppoe-server server print
    Flags: X - disabled
    0 X service-name="" interface=pppoe max-mtu=1480 max-mru=1480 authentication=pap,chap,mschap1,mschap2 keepalive-timeout=10 one-session-per-host=yes max-sessions=0 default-profile=ferryardhana
    [ferryardhana@mikrotik-ferryardhana] >
    Kita lihat pppoe server yang baru kita create masih ber-flags X yang tandanya masi dissable, kita perlu mengenablekanya.
    [ferryardhana@mikrotik-ferryardhana] > interface pppoe-server server enable
    numbers: 0
    [ferryardhana@mikrotik-ferryardhana] > interface pppoe-server server print
    Flags: X - disabled
    0 service-name="" interface=pppoe max-mtu=1480 max-mru=1480 authentication=pap,chap,mschap1,mschap2 keepalive-timeout=10 one-session-per-host=yes max-sessions=0 default-profile=ferryardhana
    [ferryardhana@mikrotik-ferryardhana] >
    Sekarang pppoe server tidak lagi berflags X atau sudah enable.

  6. Langkah terakhir kita lakukan di sisi client, kita add new connection.
    Ketika saya pertama kali melakukan setting mikrotik menjadi pppoe server, step ini yang saya lupakan, karena memang pada waktu itu saya tidak tahu. ( hehehehe... ), sehingga saya perlu menghabiskan waktu 2 hari untuk mencari problem solving-nya. ( kesalah yang konyol menurut saya, hehehe... )

Sekarang kita coba dari client, janganlupa dengan username dan password yang sudah kita buat, mudah-mudahan client sudah bisa ping ke jaringan WAN. Amien.... Semoga artikel ini membantu dan bermanfaat.




0 komentar:

Poskan Komentar

Monggo berkomentar....

 
blog mbah latif. Design by Wpthemedesigner. Converted To Blogger Template By Anshul Tested by Blogger Templates.
Search Engine Submission - AddMe